Saturday, July 27, 2013

Someone's Perception are Based on Their Experience

Suatu hari, tahun berapa saya lupa, pada saat itu sedang ada seminar di sekolah saya. Di seminar itu sang pembicara menjelaskan tentang psikologi remaja (saya nggak terlalu memperhatikan waktu itu). Ditengah-tengah presentasinya, sang pembicara menunjukkan gambar di slide nya. Cukup menarik sehingga saya dan beberapa teman saya yang nggak fokus mendengarkan pun jadi penasaran.

Gambar itu adalah gambar abstrak yang "memuat" banyak gambar-gambar kecil. Saya melihat gambar kelinci, tapi teman disebelah saya melihat gambar bunga, lain lagi teman saya melihat gambar pemandangan.

Sang pembicara berkata, "apa yang kita lihat, persepsi kita, itu berdasarkan pengalaman kita"

Hmmm yang akan saya bahas disini bukan masalah bagaimana persepsi itu berkerja atau psikologi yang seperti apa, karena saya nggak punya background psikologi sama sekali. Tapi kalau perkataan pembicara tadi diterapkan di kehidupan sehari-hari ternyata menarik dan ada juga.

Contoh kasusnya seperti ini; si A dan si B bersahabat. Suatu ketika, mereka bertemu dengan si C. Ternyata mereka semua saling mengenal. Setelah selesai bertegur sapa dengan si C dan pergi, A dan B berdebat tentang si C.

Si A beranggapan bahwa C adalah orang baik, karena dulu si C pernah membantu A ketika A berurusan dengan polisi. Tapi... berbeda dengan B yang menanggap si C adalah orang jahat, karena C pernah merebut pasangannya.

Nha, kalau kasus nya begitu, sebagai orang ke 3(atau 4) kita nggak bisa langsung tau C itu orang yang seperti apa. Karena kita dihadapkan dengan 2 persepsi sekaligus.

Sebagai orang lain, kita nggak bisa memaksa A untuk menganggap C orang jahat karena kelakuannya, begitu juta sebaliknya. Karena persepsi A dan B terbentuk dari apa yang mereka alami sendiri.

No comments:

Post a Comment