Sebelumnya, saya nulis ini hanya bertujuan untuk berbagi opini. Kalian boleh aja setuju ataupun nggak setuju, bukan urusan saya.
Ketika saya SMP, saya menjadi sie kesehatan dikelas. Saya banyak berkesempatan mengikuti seminar kesehatan. Jantung koroner lah, hiv aids lah, dan masih banyak lagi. Salah satunya tentang bahaya merokok. Karenanya, saya menganggap bahwa rokok adalah sesuatu yang mematikan dan patut dihindari.
Seiring berjalannya waktu, saya mengenal lebih banyak orang, mengenal lebih banyak "dunia", dll. Semakin banyak perokok yang saya kenal. Dan karena lebih banyak teman-teman saya yang perokok, otomatis sebagai non-smokers kami harus mengalah dan tahan berada disekitar mereka.
Contohnya pada saat gathering komunitas saya. Kita duduk semeja sekitar 10 orang, dimana 7 dari kami adalah perokok. Otomatis saya dan 2 teman saya harus tahan berada di meja itu, duduk, dan menghabiskan waktu dengan ngobrol membahas sesuatu.
Awalnya saya risih. Ya gimana nggak risih, saya penderita asma dan diharuskan menghirup asap rokok yang katanya lebih bahaya. Tapi... mau gimana lagi.
Akhirnya pada suatu hari, salah satu teman saya berkata kepada saya setelah saya tanya alasan dia merokok, "Aku udah terlanjur Lin. Yasudahlah, hidup ini hidupku. Nggak papa orang-orang koar-koar bahaya rokok, toh kami semua tau konsekuensi kok." Oooh jadi begitu. Jadi useless dong kalau kita rempong sendiri di antara teman-teman kita yang smokers.
Yaudah, sejauh kita sebagai minoritas bisa jaga diri baik-baik, ya nggak masalah.
Tapi opini saya, sekarang saya memandang adalah normal cowok yang smokers. Tapi... sampai saat ini saya berfikiran nggak akan pernah mau punya teman cewek yang smoker. Karena kalau cewek, akan lebih mudah untuk meng-influence atau mempengaruhi. Bisa-bisa keikut deh... naudzubillahminzalik.
No comments:
Post a Comment